Welcome to Bali India FoundationSelamat Datang Di Bali India FoundationBali India FoundationFasilitasFoto GaleriLokasiKontak Kami
Informasi Yoga
Yoga Untuk Semua
Meditasi
OM Dalam Meditasi
Patanjali & Hathayoga
Gerakan / Pose Yoga
Kundalini & Patanjali
Yoga & Filsafat
Program Kelas Yoga
Jadwal Kelas
Program Kursus
Syarat & Ketentuan
 

• Yoga dan Filsafat


Apakah yoga adalah sebuah filsafat menjadi pembahasan bagi para sarjana India maupun Barat. Hampir semua sarjana setuju bahwa yoga merupakan filsafat diantara 6 filsafat yoga yang menjadi salah satu filsafat India yang telah diakui oleh semua orang. Selain filsafat yoga, dalam filsafat lain kita masih menemukan dialog antara agama Hindu, Buddha, Jaina dan orang yang tidak percaya Tuhan akan tetapi dalam filusuf yoga sama sekali tidak ada dialog dari apapun. Oleh karena itu filusuf yoga merupakan murni dan bebas dari ajaran agama maupun budaya tertentu dan itu merupakan keberhasilan Patanjali sendiri sebagai filusuf yang universal yang bisa diterima oleh siapa saja.     

Enam Filsafat Yang Berkembang Di India

NYAYA, SANKHYA, VAISESIK, YOGA, MIMANSA, VEDANTA

  1. Nyaya –di tulis oleh Gautama. Filsafat Nyaya membahas tentang Sembilan unsur yaitu Prithvi, air, api, angin, angkasa dan lain-lain.
  2. Vaisesika-di tulis oleh Kanada. Vaisesika membahas tentang partikel atom
  3. Sankhya- di tulis oleh Kapila. Sankhya memperkenalkan 25 unsur untuk merialisasikan diri dengan Tuhan.
  4. Yoga delapan tahap untuk mencapai kesempurnaan
  5. Mimansa- di tulis oleh Jaimini.  Mimansa adalah sebuah filsifat berdasarkan Veda yang melindungi ritual-ritual Veda dan tanpa ritual Veda tidak dapat memasuki sorga.
  6. Vedanta adalah sebuat filsafat yang membahas tentang Tuhan dan menganggap setiap jiwa bisa merasakan menjadi Tuhan.

Keenam filsafat ini sangat jauh berbeda dan setiap filsafat memiliki doktrin masing-masing yang sempurna untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Akan tetapi seringkali para sarjana menganggap filsafat yoga lebih praktikal untuk mewujudkan doktrin-doktrin  filsafat yang lain. Akan tetapai konsep yoga pada umumnya membahas tentang jiwa, Tuhan, dan alam semesta. Dalam Sutra Patanjali tidak menemukan nama-nama buku suci Agama Hindu seperti Veda, Upanisada, padahal dalam filsafat Mimamsa kita menemukan konsep-konsep Veda dan nama Veda ditemukan, demikian juga ritual-ritual Veda seperti Agnihotra (korban api) juga diharuskan untuk masuk dalam sorga.

Sedangkan dalam filsafat Vedanta lebih difokuskan terhadap pengetahuan yang berkaitan dengan Tuhan dan dari namanya sendiri yaitu Vedanta kita bisa melihat ada hubungan yang lebih dekat dengan Veda. Dan itu berarti bukan berarti filsafat jauh dari Veda melainkan menempatkan diri lebih universal. Tanpa bantuan Veda pengikut yoga bisa mencapai kesempurnaan. Akan tetapi bila ada yang ingin mengikut sertakan mantra-mantra Veda atau buku-buku Suci lain diberikan kebebasan. Karena itu Patanjali yoga tidak membahas Veda melainkan membawa praktisi yoga menuju kesempurnaan dengan memilih yoga itu sendiri. Dengan demikian filsafat bebas dari mantra ritual, dan agama Hindu.

NYAYA
Epistemology  Gautama dalam fisafat Nyaya. filsafat Nyaya membahas 16 unsur mencapai kesempurnaan

  1. Pramana (sumber pengetahuan)
  2. Prameya (objek pengetahuan)
  3. Samsaya (keraguan)
  4. Parayo janah (maksud)
  5. Dristant (contoh)
  6. Siddhan (doktrin yang sudah ditetapkan)
  7. Avayava (syllogism)
  8. Tarka (argumentasi)
  9. Nirnaya (kesimpulan)
  10. Vada (debat)
  11. Jalpa (kemenangan melalui ucapan)
  12. Vitanda (kritikan yang distruktif)
  13. Hetvabhas (kebohongan syllogism)
  14. Chhal (penipuan)
  15. Jati (tanpa tujuan)
  16. Nigrasthanas (menerima kekalahan)

Dengan cara 16 ini Gautama telah membuktikan konsep-konsep baru, memperkenalkan konsep-konsep alam, badan, indriya, obyek-obyek indriya budhi, pikiran, perbuatan, dosa kelahiran, menerima hasil dari perbuatan, kesengsaraan, dan terakhir konsep kebebasan (moksa). Dengan demikian, menurut Filsafat Nyaya seseorang bisa mempelajari 16 kategori untuk mencapai kebenaran baru ia bisa menyiapkan diri untuk mencapai moksa.

MIMANSA dan VEDANTA
Filsafat Mimamsa diperkenalkan oleh Jaimini. Dan ia memperkokoh ritual-ritual Veda untuk mencapai ke sorga. Sedangkan terakhir Vedanta menerima dengan cara mengenal maya yang merupakan ilusi yang mewakili seluruh alam semsta dan Brahman yang merupakan Tuhan. Untuk mencapai brahman seseorang harus menghilangkan ilusi maya. Saat itu manusia merasakan bahwa diri adalah Tuhan itu sendiri.
Dalam 5 filsafat tersebut bisa dilihat hampir semua filsafat tidak membahas tentang konsep yang detail tentang yoga. Sedangkan untuk mencapai kesempurnaan masing-masing filsafat tetap memerlukan konsep yoga.  Oleh karena itu filsafat yoga sangat praktikal sedangkan filsafat kelima filsafat yang lain lebih teoritikal.  Dengan demikian jelas 5 filsafat tersebut tidak sempurna tanpa Yoga. Unsur Yoga paling tidak meditasi kita juga bisa melihat dalam riwayat hidup Buddha Gautama dan Mahvira yang merupakan pendiri agama Buddha dan Jaina yang memperkenalkan konsep Ahimsa (tanpa kekerasan). Oleh karena itu konsep yoga yang lebih bersifat universal tidak mengganggu ajaran-ajaran yang lain, melainkan turut membantu untuk mencapai ke tujuan agama masing-masing.

APA MAKSUD YOGA DAN KATA
MENYATUKAN DIRI DENGAN TUHAN

Yoga lahir dari yujdalam arti samadhau” yang bermakna mendekatkan diri dengan Tuhan. Walaupun kata yuj” memiliki beberapa arti seperti bersama, menyatu, mendekatkan diri, dan lain-lainnya. Patanjali, pendiri  filsafat Yoga dengan sangat jelas memperkenalkan kata Yoga dengan Sutra kedua yaitu: “Yogas Citta Vrtti Nirodhah” membatasi gerak-gerak pikiran/mengendalikan pikiran adalah yoga. Selain ini kita tidak menemukan definisi yang lain tentang yoga yang berjumlah 195.

Selebihnya  membahas tentang teknik-teknik serta tahap-tahap melakukan Yoga. Satu hal yang sangat menarik dalam Weda maupun upanishada dan buku-buku Hindu  lainnya, ditemukan dua kata yaitu moksa yang artinya keinginan jiwa untuk mencapai Tuhan dan surga yang artinya masuk ke dalam surga. Akan tetapi Patanjali sendiri tidak memperkenalkan dua terminologi tentang moksa dan surga dalam filsafat yoga. Ia justru memperkenalkan terminologi untuk mencapai Tuhan yaitu Kaivalya.

 Dengan demikian filsafat yoga yang diperkenalkan oleh Patanjali membawa manusia dengan jalan yoga, merealisasikan diri seperti: ia datang darimana dan akan menuju ke mana? Serta melepaskan segala ikatan-ikatan duniawi adalah keberhasilan dalam yoga. Perlu diketahui bahwa filsafat yoga menekankan melalui cara Yoga ke setiap jiwa individu, bisa berhasil melepaskan diri dari ikatan duniawi dan dengan mudah mengetahui Tuhan itu sendiri. Dalam yoga sendiri ada sebuah kata yang disebut Videha yang artinya seseorang juga bisa bertemu dengan Tuhan walaupun ia masih berbadan kasar.

Sehingga tidak hanya berarti menyatukan diri dengan Tuhan setelah meninggal melainkan seorang Yogi juga bisa berhasil bertemu dengan Tuhan disaat ia masih hidup. Contohnya: Raja Janaka, Swami Ramakhrisna Paramahamsa. Patanjali membahas bahwa seorang manusia bisa berhasil dalam Yoga karena dari kelahiran yang istimewa seperti tokoh-tokoh besar di dunia. Manusia bisa berhasil dengan obat-obatan herbal yang memang berhasiat luar biasa seperti kita temukan dalam kesusastraan sansekerta seperti minuman amerta (soma jus) yang ditemukan di gunung Himalaya dan gunung-gunung lainnya. Manusia juga bisa berhasil dengan merenungkan mantra-mantra atau doa-doa yang sesuai dengan agama masing-masing. Manusia juga bisa berhasil dengan melakukan meditasi dan belajar Yoga secara rutin, disertai dengan perenungan yang sangat khusuk.

Dengan demikian di sini sangat jelas bahwa bidang Yoga sangat luas sekali. Dan masing-masing manusia dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui obat-obatan herbal, kelahiran-kelahiran istimewa dengan mempergunakan doa-doa yang khusus, bekerja keras dan meditasi. Begitu banyak cara diperkenalkan tentang keberhasilan seorang manusia di dunia ini dan semua itu masuk dalam kategori yoga. Saat Patanjali menulis doa-doa khusus juga bisa membawa manusia ke dalam yoga, ia justru tidak memperkenalkan doa/mantra khusus melainkan mempersilahkan memilih mantra/doa sesuai kepercayaan masing-masing. Disini berarti seseorang yang tidak melakukan meditasi juga dengan cara yang lain bisa mendekatkan diri dengan Tuhan.

Contoh: seseorang yang menggunakan obat-obat natural ia bisa hidup sehat dan tetap bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Begitu juga yang lahir di keluarga istimewa atau yang disebut orang kharismatik. Dengan demikian konsep Patanjali menyatakan bahwa antara hubungan jiwa manusia dengan Tuhan sangat luas sekali. Dimana  akhirnya saat manusia telah berhasil melepaskan segala ikatan duniawi dan dirinya memliki pengetahuan yang baik serta kesempurnaan tentang rahasia alam, tidak ada lagi keinginan untuk menikmati dunia ini, dan berhenti berbuat baik. Tidak juga mengharapkan hasil dari perbuatan baik dalam perbuatan baik maupun buruk. Saat itu tidak ada lagi pertanyaan dan keraguan maka ia bebas dari pertanyaan, keraguan, hasil perbuatan yang telah ia lakukan dan segala ikatan alam semesta. Inilah yang dinamakan manusia itu telah mengenal jati dirinya. Inil jugalah yang disebut pencapaian kesempurnaan dalam  Yoga.    

KESIMPULAN:
Setelah melihat perjalanan Yoga dari sudut pandang filsafat kesehatan serta sejarahnya jelas bahwa Yoga memiliki konsep yang sangat luas dan konsep ini sangat universal.  Yoga bisa dijadikan sebuah pola untuk hidup sehat secara fisik, mental, dan moral. Sebaiknya yoga tidak perlu dikaitkan dengan agama atau budaya melainkan sebuah konsep yang lahir dari India kemudian berkembang dalam masyarakat, sejak jaman dahulu sampai sekarang yang mengalami perubahan dan perbedaan. Kita tidak perlu mengaitkan konsep yoga ini dengan salah satu agama tertentu melainkan kita akan menghadirkan yoga terutama Sutra-sutra Patanjali. Bila kita terima seadanya yaitu konsep Patanjali yang universal, yang tidak berbau sekte, aliran, ataupun apa saja yang memang cocok dan bisa diadopsi oleh siapapun.

Konsep yoga, memiliki filsafat kedamaian. Siapapun yang mempraktikannya akan mulai merasa hidup damai dan sifat-sifat negatif dari individu akan sirna. Dan orang tersebut akan mulai hidup yang lebih sehat tanpa tergantung obat-obatan dan akan menjaga ekosistem serta akan melindungi alam semesta menjadi lebih alami dan turut membantu semua manusia agar bisa hidup dalam kerukunan walaupun ada segala perbedaan-perbedaan. Yoga akan membuat kita semua mulai bersahabat duduk bersama-sama dan menerima kesamaan ataupun perbedaan-perbedaan tersebut. Dan bila kita bisa mewujudkannya berarti kita telah berhasil dalam yoga.

Melihat kebanyakan orang menderita berbagai macam penyakit menjadi perhatian utama Patanjali yang senantiasa menggangu setiap individu untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Maka untuk menghindari hal-hal yang bersifat menggangu kesehatan, Patanjali memperkenalkan konsep yoga, teutama tiga bagian yang sangat penting adalah latihan fisik, pernafasan dan meditasi yang kemudian dikembangkan ke dalam Hathayoga. Sumber penyakit atau gangguan kesehatan adalah pikiran. saat manusia berpikir negatif, maka penyakit-penyakit akan mulai berkembang di dalam sel-sel darah manusia yang menjadi sumber penyakit. Dan saat manusia mulai berpikir positif maka peredaran darah dalam tubuh manusia menjadi bersih dan lancar sehingga tidak akan ada lagi gangguan kesehatan. Melainkan mulai hidup sehat dan bahagia. Untuk itu definisi Patanjali tentang Yoga adalah universal dan sempurna untuk hidup sehat yaitu mengendalikan gerak-gerak pikiran adalah Yoga.

Bila kita bisa mengendalikan pikiran dengan melakukan latihan fisik dan pernafasan serta meditasi maka kita bisa mulai hidup sehat dan tidak akan ada stres, atau penyakit yang lain. Tradisi pengobatan India yang dikenal sebagai ayurveda-pun sependapat dengan yoga bahwa sumber penyakit manusia adalah pikiran. Jika kita bisa mengendalikan pikiran dengan baik, kita bisa hidup sehat dan bahagia. Dan bila kita tidak bisa mengendalikan pikiran dengan baik maka kita akan terjun ke dalam berbagai penyakit. Oleh karena itu latihan fisik, pernafasan, dan meditasi memiliki keterkaitan satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan, untuk hidup sehat dan bahagia.

Tapi jelas, pada saat manusia sudah sehat dan bahagia dan mulai merenungkan nama-nama Tuha. Ia tetap diberikan kebebasan untuk merenungkan nama Tuhan yang bertujuan mendekatkan diri dengan Tuhan atau ingin mencapai Tuhan/merealisasikan diri,  ingin berada disisi Tuhan. Atau keinginan seorang Yogi yang berkaitan dengan Tuhan, tetap ada kebebasan sesuai dengan kepercayaan masing-masing orang di dunia atau sesuai dengan keinginan dan kepercayaan masing-masing dan Patanjali tidak pernah melarangnya.

Pembahasan utama dalam artikel Patanjali ini adalah konsep Yoga yang ia perkenalkan dan bagaimana perkembangan Yoga dalam sejarah sampai sekarang dan tidak menjadi bahasan utama selain Sutra Patanjali.  Bali-India Foundation memperkenalkan serta mempraktikkan konsep yoga berdasarkan Sutra Patanjali. Sebagian teknik-teknik gerakan dan pernafasan diadopsi dari dua teks buku Hathayogapradipika dan Gheranda Samhita dan tidak menerima unsur-unsur yang berkaitan dengan sekte-sekte tertentu.