Apakah Suryanamaskar bagian dari yoga sutra Patanjali?
Di sini sangat jelas bahwa Suryanamaskar bukanlah bagian dari Yoga Sutra Patanjali maupun 2 teks yang lain yaitu Hathayogapradipika dan Gheranda Samhita. Sehingga bila Suryanamaskar mengganggu ketertiban masyarakat maupun keyakinan orang, bisa ditiadakan karena tidak mengacu pada 3 sumber di atas. Suryanamaskar yang diperkenalkan baru-baru ini, merupakan penggabungan dari 82 gerakan tersebut agar seorang praktisi yoga dapat memperoleh hidup sehat hanya dengan melakukan Suryanamaskar.
Sehingga 12 gerakan ini dipilih oleh seorang Yogi yang tidak memiliki sumber, untuk memudahkan melakukan ke-82 jenis gerakan tersebut. Kalimat-kalimat yang diperkenalkan dalam Suryanamaskar berjumlah 12, adalah sebagai berikut: Mitra (sahabat), Ravi (bercahaya), Surya (matahari yang bersinar sempurna), Bhanave (mencahayakan semua), Khaga (memberikan perlindungan kepada burung-burung), Pusne (membesarkan tanaman-tanaman di bumi dan mematangkannya), Hiranyagarbha (sebuah bola yang berwarna emas), Marica (sinar khusus matahari yang membesarkan sebuah pohon bernama marica), Aditya (cahaya yang pertama), Savitri (matahari yang baru terbit), Arka (sebuah sinar matahari yang membuat pohon-pohon memiliki air yang khusus), Bhaskara (yang bercahaya sempurna).
Yang merupakan nama-nama jenis cahaya matahari, yang membantu kesehatan semua makhluk hidup. Sehingga praktisi yoga pada saat melakukan yoga di pagi hari bisa melakukan yoga saat terbitnya matahari. Ke-12 kalimat yang diucapkan saat melakukan Suryanamaskar saat pagi hari ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama Hindu maupun teknik-teknik orang Hindu yang pada saat melakukan pemujaan terhadap matahari umumnya diperlukan sarana seperti contoh masyarakat India memberikan penghormatan atau memuja pada matahari dengan menggunakan air, sedangkan di Bali melakukan Nyuryasewana dilengkapi dengan sajen-sajen tertentu.
Sehingga bila ada seseorang mempertanyakan hubungan Suryanamaskar dengan cara yoga dan pemujaan terhadap matahari di beberapa tradisi Hindu sangatlah berbeda. Oleh karena itu bilamana Suryanamaskar diikutsertakan dalam gerakan dalam yoga tentunya bebas dari ritual maupun mantra-mantra tersebut. Dan 12 kalimat yang tercantum dan tidak ada sumbernya bila diartikan hanyalah sebagai penghormatan terhadap 12 jenis nama cahaya matahari untuk tujuan kesehatan sehingga untuk menghilangkan kesan berbau agama tertentu 12 kalimat Suryanamaskar bisa ditiadakan dan hanya fokus pada gerakan badan dan pernafasan.
Gerakan/asana yang diperkenalkan oleh para guru-guru yoga yang tidak mengacu pada 2 buku yaitu Hathayogapradipika dan Gheranda Samhita yang berjumlah 82 gerakan, kemudian disingkat menjadi 32 gerakan ini, mempunyai perbedaan teknik serta perbedaan nama dengan yoga-yoga yang ada di dunia ini. Oleh karena itu sangat jelas bahwa konsep Patanjali sangat sederhana yaitu sikap badan yang stabil dan nyaman adalah Asana. Dan Patanjali tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang ingin mengurangi maupun menambahkan gerakan-gerakan ini sesuai dengan kondisi tempat dan waktu. Sehingga Suryanamaskar merupakan kreasi yang baru.
Asana dan Pranayama
Patanjali memberikan definisi latihan prana atau energi vital yang dibutuhkan oleh setiap individu untuk hidup sehat. Ia hanya memperkenalkan 4 teknik pernafasan yang berguna untuk kesehatan yaitu:
- Menarik dan menahan nafas
- Mengeluarkan nafas dan menahan nafas
- Menahan nafas seketika
- Menahan saat nafas keluar dan juga tahan nafas yang ada di dalam
Empat pranayama ini kemudian dikembangkan oleh para Yogi dalam beberapa buku seperti Gheranda Samhita dan Hathayogapradipika, yang menjadi 8 jenis Pranayama.
APAKAH ADA DOA ATAU MANTRA DALAM PRANAYAMA?
Patanjali maupun teks-teks yang otentik sama sekali tidak memperkenalkan mantra-mantra atau doa-doa maupun kalimat-kalimat tertentu yang harus diucapkan saat melakukan latihan fisik yoga atau asana hingga nama-nama dalam gerakan badan tersebut menggunakan bahasa Sansekerta walaupun seperti padmasana yaitu bentuk gerakan badan seperti teratai, ustrasan: diambil dari onta, gomukhasan: diambil dari gerakan sapi, Sarpasan: diambil dari ular, Dhanurasan: diambil dari bentuk busur, oleh karena itu latihan fisik yang terdapat dalam teks-teks otentik yoga tidak memperkenalkan doa atau mantra kepada siapapun. Demikian pula gerakan tersebut tidak ada kaitan atau mewakili Dewa maupun, ataupun bentuk pemujaan tertentu melainkan murni merupakan latihan fisik untuk hidup sehat.
APAKAH GERAKAN-GERAKAN YOGA / PRANAYAMA INI ADA DALAM BUKU SUCI HINDU ATAU PADA BUKU WEDA?
Teknik gerakan asana maupun pranayama tidak tertulis pada Weda. Tidak ada satu mantra yang tertulis pada keempat Weda terutama asana maupun pranayama sehingga sangat jelas yoga merupakan sebuah metode untuk hidup sehat yang bisa diterapkan oleh siapa saja. Delapan jenis pranayama ini bertujuan untuk melatih pernafasan yang merupakan kunci hidup sehat. Tanpa latihan pernafasan tidak seorangpun di dunia ini mampu mengendalikan pikiran. Filsafat pranayama adalah semakin manusia belajar teknik pernafasan, nafas semakin panjang dan dalam yang berjumlah 21.600 kali dalam 24 jam. Bila manusia bernafas lebih cepat maka lebih mudah terserang penyakit dan dapat mengurangi umur. Jika bernafas panjang dan dalam maka hidup akan lebih sehat dan tentunya akan berumur panjang.
APAKAH PADA SAAT MELAKUKAN PRANAYAMA ADA DOA ATAU MANTRA-MANTRA TERTENTU?
Dalam 4 teknik pernafasan yang diperkenalkan Patanjali sama sekali tidak menyebutkan kalimat-kalimat tertentu yang diucapkan, namun dalam teks-teks lainnya seperti Geranda Samhita dan Hathayogapradipika dijelaskan bahwa nafas manusiapun mengeluarkan sebuah kata. Pada saat manusia menarik nafas mengeluarkan suara SO, dan saat mengeluarkan nafas berbunyi HAM. Dalam bahasa Sansekerta SO berarti energi kosmik, dan HAM berarti diri sendiri (saya). Ini berarti setiap detik manusia mengingat diri dan energi kosmik. Anda bisa mengeceknya dengan nafas anda sendiri, apakah pada saat menarik nafas mengeluarkan suara SO dan HAM pada saat mengeluarkan nafas? Dalam teks Gheranda Samhita suara tersebut tidak termasuk dalam kategori mantra karena mantra harus terdiri dari dua baris, dan beberapa kalimat memiliki irama dan susunan kalimat yang sempurna dengan tujuan pemujaan kepada Dewa tertentu. |